Pernik-Pernik Lalu Lintas Kota Jakarta (1).

Macetnya Jalan-Jalan di Kota Jakarta.

Traffic Jam-1

Kemacetan jalan-jalan kota Jakarta sudah hampir merata disetiap ruas jalan terutama pada jalur-jalur jalan utama termasuk jalan arteri maupun jalan Tol.

Mengapa Jakarta menjadi kota macet ?????

Beberapa variabel yang membuat Jakarta semakin macet:

  1. Pertumbuhan jalan jauh lebih kecil dari pada pertumbuhan Kendaraan.
  2. Traffic light yang ada sudah tak mampu mengatur jumlah kendaraan yang akan lewat.
  3. Titik tabrak pada persimpangan terlalu banyak dan putaran yang tidak teratur.
  4. Penyempitan pada jalan-jalan yang dijadikan koridor busway.
  5. Sikap pengemudi/pengendara yang semakin tak disiplin.

Dari kelima variabel tersebut satu sama lain saling berkaitan dan sudah sangat susah untuk dibenahi dalam waktu dekat tanpa ada kemauan dari pada pihak penentu kebijakan dan juga para pemakai jalan itu sendiri.

Bila ditinjau dari pertumbuhan jalan dibandingkan dengan pertumbuhan kendaraan yang tidak sebanding, dapat dipastikan jalan-jalan di setiap sudut Kota Jakarta semakin hari semakin merata macetnya, terutama di setiap persimpangan jalan. Hal tersebut dikarena pesatnya pertumbuhan kendaraan.

Dengan banyaknya persilangan sebidang baik pada jalan utama maupun antara jalan utama dengan jalan kecil semakin menambah fenomena macet yang harus di emban oleh Kota Jakarta.

Untuk hal ini perlu kiranya di analisa lebih lanjut pengaturan jalan-jalan seperti berikut ini:

  • Sarana Konstruksi Jalan harus bisa mengatur gerak kendaraan, misalnya setiap persimpangan wajib belok kiri dan di atur tempat perputarannya (hal tersebut untuk memperkecil titik tabrak), dan lampu pengatur lalu lintas harus segera diperkecil, kalau dapat segera ditiadakan.
  • Diatur jalur perputaran dengan konstruksi jalan yang memadai, dengan kebijakan kendaraan bergerak atau tidak ngetem pada persimpangan, jadi tempat pemberhentian kendaraan umum harus disediakan yang cukup memadai dan kendaraan tidak boleh melakukan naik/turun penumpang seenaknya. Dan saat ini yang sudah tercipta pada angkutan umum adalah naik/turun penumpang dimana saja sudah tak peduli, dan lagi sudah tak nyaman bagi penumpangnya (apa boleh buat harus diterima dengan pasrah).
  • Pada persimpangan jalan utama dengan jalan yang lebih kecil, agar disediakan ruang konstruksi yang cukup lebar pada ujung jalan (minimum 50 meter) sehingga bila kendaraan berpas-pasan dapat bergerak dengan leluasa.
  • Sementara terdapat keinginan untuk membatasi tahun pembuatan kendaraan, hal itu tidak akan banyak membantu mengurangi kemacetan. Untuk hal ini sebaiknya yang harus dilakukan adalah menerapkan kebijakan pajak kendaraan progresif, sehingga akan terjadi kendaraan yang tua harus membayar pajak lebih besar setiap tahun.

Oleh karena itu sarana dan prasarana transportasi Kota Jakarta harus segera dibenahi agar jalur-jalur jalan tidak semakin menjadi neraka bagi warganya.

Bersambung ……………… !!!!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.