Pernik-Pernik Lalu Lintas Kota Jakarta (3 – habis)

Kedisiplinan Yang Diperlukan dari Segala Unsur.

Traffic Jam-3

Segenap jajaran serta semua unsur masyarakat harus mengeluarkan kemampuan untuk mengatasi macetnya jalur jalan di Jakarta yang sudah semakin parah.

Niat baik tak selalu berbuah baik. Semangat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun sarana transportasi massal yang baik ternyata tak selalu berbuah positif. Upaya pemerintah DKI Jakarta membangun transportasi massal seperti bus transjakarta ternyata belum membuahkan kelegaan masyarakat, karena yang terjadi justru gerutuan.

Akibat proyek busway sebagian besar ruas jalan yang dibangun menjadi macet total, inilah proyek yang boleh dikatakan mengurangi tata ruang jalan yang sudah macet menjadi semakin macet.

Kondisi macet ditambah lagi dengan ulah dan sikap pengemudi/pengendara yang umumnya mau menang sendiri dan mau lebih dulu kedepan orang lain, sehingga hak orang lainpun tak dipedulikan, termasuk tak peduli lagi dengan keamanan diri sendiri.

Dengan kondisi tersebut menyebabkan pengemudi di Jakarta memerlukan stamina prima agar tahan berjam-jam mengharungi jalur jalan yang macet, sehingga hal tersebut tentu akan mengakibatkan kerugian materi yang tidak sedikit.

Dengan banyaknya perumahan di pinggiran Jakarta yang tidak diimbangi dengan sistem angkutan massal akan berujung pada padatnya jalan-jalan dipinggiran Jakarta, maka kemacetan yang harus diterima oleh semua lapisan masyarakat. Dimana pada pagi hari kemacetan saat menuju pusat Kota Jakarta dan sebaliknya pada sore hari kemacetan dialami menuju ke pinggiran Jakarta.

Dampak lainnya adalah harga lahan yang semakin melambung tinggi, sehingga memaksa sebagian besar pekerja harus bermukim di wilayah pinggiran, sehingga lapisan masyarakat tersebut akan memikirkan kendaraan pribadi untuk mendukung aktivitasnya.

Solusi Mengatasi Kemacetan.

Berdasarkan Editorial Media Indonesia tanggal 7 Nopember 2007, solusi yang sebaiknya dilaksanakan adalah:

Pertama, yang paling sederhana adalah mengatur pembagian jam masuk truk dan kontainer ke tengah kota.

Kedua, membuat kebijakan di bidang kepemilikan kendaraan, dan kepemilikan kendaraan setiap keluarga dibatasi dan dibolehkan memiliki kendaraan baru, tapi kendaraan lama harus dibesituakan. Dengan demikian pertumbuhan kendaraan dapat seimbang dengan pertumbuhan infrastruktur jalan.

Ketiga, dalam jangka panjang mengatur kembali tata ruang dan sistem jalur kendaraan dan mengurangi pengoperasian sistem traffic light.

Keempat, memperbaiki sistem transportasi massal seperti sistem busway, water way, rail way, monorel dan yang harus segera diujudkan adalah subway, dimana sistem tersebut harus menjadi satu kesatuan serta berkesinambungan dalam mobilitas manusia.

Semua unsur harus melaksanakan kedisiplinan dalam berlalu-lintas, dan harus bersama-sama melaksanakan keteraturan, karena lalu lintas di jalan raya adalah tanggung jawab semua.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.